Posted by : Unknown
Senin, 12 Oktober 2015
Mendiagnosa Permasalahan Jaringan LAN
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1) Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.Komputer yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumberlistrik mati dapat menyebabkan komputer yang kita gunakan akan cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation maupun di komputer server.
2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal.
Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (Warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan sistem dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan.Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet.
Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikator-indikator yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Server
Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat
berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.
c) Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Network Interface Card (Kartu Jaringan)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun workstation sehingga komputer dapat dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di Hub/switch saat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari kartu jaringan dan hub/switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.
Rangkuman
Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian jaringan yang kemungkinan mengalami kerusakan atau gangguan.
Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan secara hardware maupun secara software dengan indikasi-indikasi yang dapat diamati.
Untuk mendapatkan jaringan komputer yang baik dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung jaringan dan kondisi jaringan dalam berkomunikasi data.
Dengan perawatan yang berkala diharapkan sistem jaringan tersebut akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja secara normal.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1) Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.Komputer yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumberlistrik mati dapat menyebabkan komputer yang kita gunakan akan cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation maupun di komputer server.
2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal.
Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (Warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan sistem dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan.Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet.
Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikator-indikator yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Server
Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat
berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.
c) Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Network Interface Card (Kartu Jaringan)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun workstation sehingga komputer dapat dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di Hub/switch saat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari kartu jaringan dan hub/switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.
Rangkuman
Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian jaringan yang kemungkinan mengalami kerusakan atau gangguan.
Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan secara hardware maupun secara software dengan indikasi-indikasi yang dapat diamati.
Untuk mendapatkan jaringan komputer yang baik dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung jaringan dan kondisi jaringan dalam berkomunikasi data.
Dengan perawatan yang berkala diharapkan sistem jaringan tersebut akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja secara normal.
Jaringan komputer
sangat rawan terhadap gangguan kerusakan dikarenakan banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kerusakan dan gangguan pada komputer tersebut.
Faktor-faktor yamg dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut
adalah:
a) Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN.
b) Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh
korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau temmpat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama dan tanpa adanya perwatan.
Dalam system jaringanLAN sering kita menyebut
parmasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita
artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
menyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja
sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekrja dengan baik dan kembali normal.
Indikator-indikator yang memberikan isyarat jika terjadi
kerusakan atau tidak berfungsinya komponen akan diuraikan sebagai
berikut:
a) Server
Server adalah computer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data
atau system operasi berbasis network (Network Operating System),
berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi
apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara
otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu
masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan
tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada
server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan computer tersebut dengan computer lain atau computer
tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa
sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan
pada computer workstation berarti computer yang digunakan tidak dapat
masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun computer lain dalam jaringan tersebut.
c) HUB/Switch
HUB/Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu
jaringan ( Network Card ). Jika HUB mengalami kerusakan berarti seluruh
jaringna juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi
kerusakan pada HUB dapat dilihat pada lampu indicator power dan lampu
indicator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indicator
power HUB/Switch mati berarti kemungkinan besar HUB tersebut rusak.
Jika ada lampu indicator workstation yang tidak menyyala manyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif ( tidak hidup ) atau ada
gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Networrk Interface Card ( Kartu Jaringan )
Sebuah kartu jaringan ( LAN Card ) yang terpasang pada sebuah komputer
server maupun Workstation sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
system jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu
jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam system
jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan
dan lampu indicator di HUB/Switch saat komputer telah hidup dan
konektifitas kabel dari kartu jaringan dan Hub/Switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan Konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan
komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan. Kabel dan Konektor untuk membentuk jaringan. Kabel dan
Konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3, yaitu :
1) Jenis kabel Serat Optic menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis Sraat Optic sangat jarang,
tetapi memerlukan penangana secara khusus untuk perawatannya.
2) Jenis kabel UTP dengan konektor RJ45
Gangguan atau keruaskan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasnag denga baik (longgar ), susunan pengkabelan yang salah dan
kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indicator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada HUB/Sitch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relative sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasnag
secara parallel dengan menggunakan HUB/Switch. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kebelnya mengalami gangguan saja.
3) Jenis kabel coaxial denga konektor BNC
Kabel jenis Coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan
jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar ( tidak konek ), kabel short dan kabel terbuka resistor pada
terminating conector. Short pada pemasangan kabel denga plug konektor
ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar computer
berhenti.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Jaringan komputer
sangat rawan terhadap gangguan kerusakan dikarenakan banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kerusakan dan gangguan pada komputer tersebut.
Faktor-faktor yamg dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut
adalah:
a) Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN.
b) Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh
korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau temmpat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama dan tanpa adanya perwatan.
Dalam system jaringanLAN sering kita menyebut
parmasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita
artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
menyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja
sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekrja dengan baik dan kembali normal.
Indikator-indikator yang memberikan isyarat jika terjadi
kerusakan atau tidak berfungsinya komponen akan diuraikan sebagai
berikut:
a) Server
Server adalah computer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data
atau system operasi berbasis network (Network Operating System),
berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi
apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara
otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu
masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan
tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada
server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan computer tersebut dengan computer lain atau computer
tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa
sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan
pada computer workstation berarti computer yang digunakan tidak dapat
masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun computer lain dalam jaringan tersebut.
c) HUB/Switch
HUB/Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu
jaringan ( Network Card ). Jika HUB mengalami kerusakan berarti seluruh
jaringna juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi
kerusakan pada HUB dapat dilihat pada lampu indicator power dan lampu
indicator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indicator
power HUB/Switch mati berarti kemungkinan besar HUB tersebut rusak.
Jika ada lampu indicator workstation yang tidak menyyala manyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif ( tidak hidup ) atau ada
gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Networrk Interface Card ( Kartu Jaringan )
Sebuah kartu jaringan ( LAN Card ) yang terpasang pada sebuah komputer
server maupun Workstation sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
system jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu
jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam system
jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan
dan lampu indicator di HUB/Switch saat komputer telah hidup dan
konektifitas kabel dari kartu jaringan dan Hub/Switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan Konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan
komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan. Kabel dan Konektor untuk membentuk jaringan. Kabel dan
Konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3, yaitu :
1) Jenis kabel Serat Optic menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis Sraat Optic sangat jarang,
tetapi memerlukan penangana secara khusus untuk perawatannya.
2) Jenis kabel UTP dengan konektor RJ45
Gangguan atau keruaskan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasnag denga baik (longgar ), susunan pengkabelan yang salah dan
kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indicator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada HUB/Sitch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relative sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasnag
secara parallel dengan menggunakan HUB/Switch. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kebelnya mengalami gangguan saja.
3) Jenis kabel coaxial denga konektor BNC
Kabel jenis Coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan
jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar ( tidak konek ), kabel short dan kabel terbuka resistor pada
terminating conector. Short pada pemasangan kabel denga plug konektor
ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar computer
berhenti.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Jaringan komputer
sangat rawan terhadap gangguan kerusakan dikarenakan banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kerusakan dan gangguan pada komputer tersebut.
Faktor-faktor yamg dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut
adalah:
a) Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN.
b) Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh
korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau temmpat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama dan tanpa adanya perwatan.
Dalam system jaringanLAN sering kita menyebut
parmasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita
artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
menyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja
sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekrja dengan baik dan kembali normal.
Indikator-indikator yang memberikan isyarat jika terjadi
kerusakan atau tidak berfungsinya komponen akan diuraikan sebagai
berikut:
a) Server
Server adalah computer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data
atau system operasi berbasis network (Network Operating System),
berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi
apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara
otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu
masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan
tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada
server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan computer tersebut dengan computer lain atau computer
tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa
sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan
pada computer workstation berarti computer yang digunakan tidak dapat
masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun computer lain dalam jaringan tersebut.
c) HUB/Switch
HUB/Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu
jaringan ( Network Card ). Jika HUB mengalami kerusakan berarti seluruh
jaringna juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi
kerusakan pada HUB dapat dilihat pada lampu indicator power dan lampu
indicator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indicator
power HUB/Switch mati berarti kemungkinan besar HUB tersebut rusak.
Jika ada lampu indicator workstation yang tidak menyyala manyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif ( tidak hidup ) atau ada
gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Networrk Interface Card ( Kartu Jaringan )
Sebuah kartu jaringan ( LAN Card ) yang terpasang pada sebuah komputer
server maupun Workstation sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
system jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu
jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam system
jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan
dan lampu indicator di HUB/Switch saat komputer telah hidup dan
konektifitas kabel dari kartu jaringan dan Hub/Switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan Konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan
komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan. Kabel dan Konektor untuk membentuk jaringan. Kabel dan
Konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3, yaitu :
1) Jenis kabel Serat Optic menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis Sraat Optic sangat jarang,
tetapi memerlukan penangana secara khusus untuk perawatannya.
2) Jenis kabel UTP dengan konektor RJ45
Gangguan atau keruaskan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasnag denga baik (longgar ), susunan pengkabelan yang salah dan
kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indicator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada HUB/Sitch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relative sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasnag
secara parallel dengan menggunakan HUB/Switch. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kebelnya mengalami gangguan saja.
3) Jenis kabel coaxial denga konektor BNC
Kabel jenis Coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan
jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar ( tidak konek ), kabel short dan kabel terbuka resistor pada
terminating conector. Short pada pemasangan kabel denga plug konektor
ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar computer
berhenti.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Jaringan komputer
sangat rawan terhadap gangguan kerusakan dikarenakan banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kerusakan dan gangguan pada komputer tersebut.
Faktor-faktor yamg dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut
adalah:
a) Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN.
b) Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh
korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau temmpat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama dan tanpa adanya perwatan.
Dalam system jaringanLAN sering kita menyebut
parmasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita
artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
menyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja
sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekrja dengan baik dan kembali normal.
Indikator-indikator yang memberikan isyarat jika terjadi
kerusakan atau tidak berfungsinya komponen akan diuraikan sebagai
berikut:
a) Server
Server adalah computer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data
atau system operasi berbasis network (Network Operating System),
berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi
apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara
otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu
masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan
tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada
server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan computer tersebut dengan computer lain atau computer
tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa
sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan
pada computer workstation berarti computer yang digunakan tidak dapat
masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun computer lain dalam jaringan tersebut.
c) HUB/Switch
HUB/Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu
jaringan ( Network Card ). Jika HUB mengalami kerusakan berarti seluruh
jaringna juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi
kerusakan pada HUB dapat dilihat pada lampu indicator power dan lampu
indicator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indicator
power HUB/Switch mati berarti kemungkinan besar HUB tersebut rusak.
Jika ada lampu indicator workstation yang tidak menyyala manyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif ( tidak hidup ) atau ada
gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Networrk Interface Card ( Kartu Jaringan )
Sebuah kartu jaringan ( LAN Card ) yang terpasang pada sebuah komputer
server maupun Workstation sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
system jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu
jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam system
jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan
dan lampu indicator di HUB/Switch saat komputer telah hidup dan
konektifitas kabel dari kartu jaringan dan Hub/Switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan Konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan
komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan. Kabel dan Konektor untuk membentuk jaringan. Kabel dan
Konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3, yaitu :
1) Jenis kabel Serat Optic menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis Sraat Optic sangat jarang,
tetapi memerlukan penangana secara khusus untuk perawatannya.
2) Jenis kabel UTP dengan konektor RJ45
Gangguan atau keruaskan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasnag denga baik (longgar ), susunan pengkabelan yang salah dan
kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indicator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada HUB/Sitch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relative sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasnag
secara parallel dengan menggunakan HUB/Switch. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kebelnya mengalami gangguan saja.
3) Jenis kabel coaxial denga konektor BNC
Kabel jenis Coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan
jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar ( tidak konek ), kabel short dan kabel terbuka resistor pada
terminating conector. Short pada pemasangan kabel denga plug konektor
ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar computer
berhenti.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Jaringan komputer
sangat rawan terhadap gangguan kerusakan dikarenakan banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kerusakan dan gangguan pada komputer tersebut.
Faktor-faktor yamg dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut
adalah:
a) Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN.
b) Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh
korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau temmpat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama dan tanpa adanya perwatan.
Dalam system jaringanLAN sering kita menyebut
parmasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita
artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
menyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja
sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekrja dengan baik dan kembali normal.
Indikator-indikator yang memberikan isyarat jika terjadi
kerusakan atau tidak berfungsinya komponen akan diuraikan sebagai
berikut:
a) Server
Server adalah computer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data
atau system operasi berbasis network (Network Operating System),
berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi
apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara
otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu
masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan
tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada
server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan computer tersebut dengan computer lain atau computer
tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa
sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan
pada computer workstation berarti computer yang digunakan tidak dapat
masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun computer lain dalam jaringan tersebut.
c) HUB/Switch
HUB/Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu
jaringan ( Network Card ). Jika HUB mengalami kerusakan berarti seluruh
jaringna juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi
kerusakan pada HUB dapat dilihat pada lampu indicator power dan lampu
indicator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indicator
power HUB/Switch mati berarti kemungkinan besar HUB tersebut rusak.
Jika ada lampu indicator workstation yang tidak menyyala manyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif ( tidak hidup ) atau ada
gangguan pada komputer workstation tersebut.
d) Networrk Interface Card ( Kartu Jaringan )
Sebuah kartu jaringan ( LAN Card ) yang terpasang pada sebuah komputer
server maupun Workstation sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
system jaringan. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kartu
jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat masuk dalam system
jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan
dan lampu indicator di HUB/Switch saat komputer telah hidup dan
konektifitas kabel dari kartu jaringan dan Hub/Switch telah baik.
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan Konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan
komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan. Kabel dan Konektor untuk membentuk jaringan. Kabel dan
Konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3, yaitu :
1) Jenis kabel Serat Optic menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis Sraat Optic sangat jarang,
tetapi memerlukan penangana secara khusus untuk perawatannya.
2) Jenis kabel UTP dengan konektor RJ45
Gangguan atau keruaskan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasnag denga baik (longgar ), susunan pengkabelan yang salah dan
kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indicator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada HUB/Sitch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relative sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasnag
secara parallel dengan menggunakan HUB/Switch. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kebelnya mengalami gangguan saja.
3) Jenis kabel coaxial denga konektor BNC
Kabel jenis Coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan
jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar ( tidak konek ), kabel short dan kabel terbuka resistor pada
terminating conector. Short pada pemasangan kabel denga plug konektor
ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar computer
berhenti.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu



